Month: April 2017

Cara Menambah Sticky Navigation Menu di WordPress

Cara Menambah Sticky Navigation Menu di WordPress

Cara Menambah Sticky Navigation Menu di WordPress

Pernahkah kamu menyadari website WordPress saat ini menggunakan sticky navigation menu? Normalnya navigation menu selalu ditampilkan pada bagian atas dari halaman website, dan akan hilang ketika pengunjung men-scroll kebawah. Saat ini sedang menjadi tren sticky navigation menu, dimana navigation menu ini selalu melayang dan selalu ditampilkan meski pengunjung telah men-scroll kebawah. Navigation menu ini akan selalu mengikuti pengunjung.

Pada post kali ini saya akan membahas mengenai cara menambahkan sticky navigation menu pada website WordPress dengan menggunakan plugin.

Menambah Sticky Navigation Menu Menggunakan Plugin

Metode ini merupakan metode yang paling mudah dan paling direkomendasikan untuk kebanyakan pengguna.

Pertama yang harus kamu lakukan adalah meng-install dan mengaktifkan plugin yang bernama Sticky Menu (or Anything!) on Scroll. Setelah plugin diaktifkan, dari dashboard website WordPress kamu, buka Settings -> Sticky Menu (or Anything!), untuk mengkonfigurasi setting dari plugin.

Kemudian kamu masukan CSS ID dari navigation menu yang kamu ingin buat sticky agar selalu ditampilkan. Untuk menemukan CSS ID yang digunakan oleh navigation menu, bisa menggunakan inspect tool bawaan dari web browser, dengan mengklik tombol Ctrl + Shift + I dari keyboard. Atau pada halaman web, tinggal klik kanan navigation menu di atas, lalu pilih Inspect atau Inspect Element. Lali cari kode seperti dibawah ini:

<nav id="site-navigation" class="main-navigation" role="navigation">

Pada contoh ini, havigation menu CSS ID adalah site-navigation. Jadi pada menu settings plugin masukan CSS ID seperti: #site-navigation.

Pilihan selanjutnya pada setting plugin adalah untuk menentukan space antara bagian atas dari layar dan sticky navigation menu. Kamu bisa menggunakan setting ini jika navigation menu kamu overlapping, jika tidak bisa diabaikan.

Setelah itu kamu perlu memberi centang pada pilihan: ‘Check for Admin Bar.’ Hal ini memungkinkan plugin untuk menambahkan beberapa space untuk WordPress admin bar yang hanya bisa ditambahkan oleh pengguna yang login.

Pilihan selanjutnya adalah setting yang memungkinkan kamu untuk meng-unstick navigation menu jika pengunjung mengunjungi website WordPress kamu dari perangkat dengan layar yang lebih kecil seperti smartphone.

Kamu bisa melakukan tes bagaimana tampilannya terlihat pada smartphone atau tablet. Jika tidak suka, bisa menambahkan 780px pada pilihan ini.

Jangan lupa untuk mengklik tombol save settings untuk menyimpan perubahan.

Sekarang kamu bisa mencoba mengunjungi website WordPress kamu, dan lihat sticky navigation menu bekerja.

Bagi kamu yang sedang mencari hosting, Jakartawebhosting.com menyediakan WordPress Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.

Cara Menggunakan AMP di WordPress

Cara Menggunakan AMP di WordPress

Cara Menggunakan AMP di WordPress

Kecepatan menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi setiap website. Berbicara mengenai kecepatan dari website, ada berbagai metode yang bisa kita lakukan salah satunya adalah menggunakan AMP. Metode ini juga bisa diterapkan pada website WordPress. Pada post kali ini saya akan menunjukan cara menggunakan AMP di WordPress.

Apa Itu AMP?

AMP merupakan singkatan dari Accelerated Mobile Pages. Pada bulan Oktober 2015, Google memperkenalkannya sebagai proyek open source untuk menghadirkan mobile browsing yang lebih cepat. Automattic, perusahaa dibalik WordPress, telah berkontribusi membuat WordPress kompatibel dengan AMP, yang kompatibel dengan hampir semua perangkat mobile. Alasan mengapa menggunakan AMP di WordPress sangat dibutuhkan karena search engine seperti Google Search akan memprioritaskan website yang mengintegrasikan AMP.

Aksi didalam AMP terdiri dari tiga bagian:

  • AMP HTML
  • AMP JS
  • Google AMP Cache.

Untuk informasi yang lebih detil mengenai AMP bisa mengunjungi website resmi Accelerated Mobile Pages Project.

Kelebihan Dari AMP:

  • AMP dapat mempercepat waktu loading website.
  • Meningkatkan ranking mobile.
  • Meningkat kinerja server.

Kekurangan Dari AMP

  • Mengurangi pendapatan dari iklan.

Menggunakan AMP di WordPress

Untuk menggunakan AMP di WordPress, kamu tidak perlu memiliki pengetahuan teknis. Kamu dapat mendownload plugin AMP dari direktori plugin resmi WordPress. Atau langsung dari halaman admin dashboard, lalu masuk ke Plugin-> Add New, dan cari plugin AMP.

Cari plugin AMP yang dibuat oleh Automattic. Kemudian pilih install, setelah proses install selesai kini kamu bisa memilih Activate Plugin.

Sekarang kamu bisa mengecek tampilan website WordPress kamu di perangkat mobile, masuk ke Apperance->AMP.

Disini kamu bisa mengganti warna teks header, header backgroud dan juga warna link. Setelaha melakukan perubahan jangan lupa mengklik tombol Save.

Untuk melihat halaman web dengan versi responsif, kamu bisa menambahkan /amp/ pada setiap link dari post website WordPress kamu.

 

Bagi kamu yang sedang mencari hosting, Jakartawebhosting.com menyediakan WordPress Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.

Cara Minify File CSS dan JavaScript di WordPress

Cara Minify File CSS dan JavaScript di WordPress

Minify atau meminimalkan file CSS dan JavaScript dapat membuat website WordPress kamu lebih cepat ketika loading. Pada post kali ini saya akan membahas mengenai minify file CSS dan JavaScript di website WordPress untuk mempercepat kinerjanya.

Apa Itu Minify dan Kapan Membutuhkannya?

Istilah ‘Minify’ digunakan untuk menjelaskan metode yang dapat digunakan untuk memperkecil ukuran file website. Untuk mencapat tujuan ini adalah dengan menghilangkan white spcae, line dan karakter yang tidak perlu pada source code.

Biasanya metode ini sangat direkomendasikan untuk file yang akan dikirim ke browser pengguna. File ini termasuk HTML, CSS dan JavaScript. Kita juga bisa minify file PHP, tetapi PHP merupakan bahasa pemrograman server-side dan meminimalkannya tidak akan meningkatkan kecepatan page load pada sisi pengguna.

Namun, banyak orang yang berpendapat bahwa minify file CSS dan JavaScript tidak banyak membantu, karena metode ini hanya mengurangi beberapa kilobytes data saja. Meski demikian tidak ada salahnya untuk melakukan minify file CSS dan JavaScript pada website WordPress.

Cara Minify File CSS dan JavaScript di WordPress

Untuk minify file CSS dan JavaScript di WordPress bisa meng-install dan mengaktifkan plugin yang bernama Better WordPress Minify.

Pada saat mengaktifkan plugin ini, plugin akan menambahkan item menu baru yang dilabeli’BWP Minify’ pada menu Dashboard. Klik menu baru tersebut dan akan membuka halaman setting plugin ini.

Pada halaman settings di tab General Optiops, centang pada dua pilihan pertama “Minify JS files automatically” dan “Minify CSS files automaticaly.” Setelah itu klik tombil Save Changes untuk menyimpan perubahan.

Sekarang buka website WordPress kamu di tab browser baru. Lalu tekan Ctrl + U pada keyboard atau klik menu View Page Source. Sekarang kamu bisa melihat HTML source code dari website WordPress kamu. Jika kamu perhatikan, plugin ini akan men-load file CSS dan JavaScript dari folder plugin itu sendiri, tidak lagi men-load dari folder WordPress themes dan plugin. File tersebut merupakan versi mini dari file CSS dan JavaScript website WordPress kamu, dimana plugin ini tidak menghapus file aslinya.

 

Bagi kamu yang sedang mencari hosting, Jakartawebhosting.com menyediakan WordPress Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.

Hati-Hati Ada Malware Menyamar Sebagai Plugin SEO WordPress

Hati-Hati Ada Malware Menyamar Sebagai Plugin SEO WordPress

Hati-Hati Ada Malware Menyamar Sebagai Plugin SEO WordPress

Seperti yang kita tahu ada ribuan plugin yang tersedia di internet yang bisa kita pergunakan pada website WordPress kita untuk menambah kemampuannya. Tapi satu hal yang harus kamu selalu ingat tidak semua plugin itu aman untuk digunakan, untuk mencegah plugin berbahaya maka sebaiknya memasang plugin dari sumber resmi WordPress.

Laporan terbaru melaporkan bahwa telah ditemukan plugin SEO WordPress yang bernama WP-BASE-SEO, dimana sebenarnya plugin tersebut merupakan malware yang sedang menyamar. Menurut laporan dari ahli keamanan dari SiteLock bahwa plugin SEO WordPress dengan kode berbahaya ini telah dipasang di hampir 4.000 website WordPress selama dua minggu terakhir ini.

Hacker membuat plugin SEO WordPress ini dengan mencontek kode dari plugin asli, untuk mengelabui pengguna dan memasangnya. Dibalik plugin ini tersembunyi kode berbahaya yang dapat membuat backdoor untuk akun WordPress yang menjadi target.

“Mereka mencuri kode dari plugin SEO WordPress yang sudah ada dan melakukan tweak agar terlihat seperti plugin asli. Seharusnya pemilik situs WordPress mencari tahu dan mencari aktivitas yang mencurigakan, namun mereka mudah mengabaikannya karena menggangapnya sebagai plugin SEO yang asli,” ungkap Weston Henry, Lead Security Analyst dari perusahaan keamanan SiteLock, yang menemukan plugin palsu berbahaya yang bernama WP-Base-SEO.

Pemeriksaan lebih dalam dari plugin SEO WordPress palsu WP-Base-SEO, mengungkap niat jahat dari malware ini dalam bentuk base64 encoded PHP eval request. Eval adalah fungsi PHP yang mengeksekusi kode PHP arbitrary. Hal ini umumnya digunakan untuk tujuan jahat dan php.net merekomendasikan untuk tidak menggunakannya.

Konten berbahaya ditemukan pada /wp-content/plugins/wp-base-seo/wp-seo-main.php. Sekilas, file ini biasa saja seperti file yang ada di plugin lainnya, termasuk referensi ke database plugin WordPress dan dokumentasi bagaimana plugin ini bekerja.

Menurut analis dari SiteLock, plugin SEO WordPress palsu ini menggunakan teknik yang suskse besar, hingga saat ini. Ketika meneliti kasus infeksi WP-Base-SEO, SiteLock mengatakan plugin ini berhasil berjalan dibawah radar dari banyak aplikasi anti-malware. SiteLock kemudian menyoroti, pengguna website WordPress penting untuk memasang aplikasi keamanan web, termasuk aplikasi anti-malware. Aplikasi ini dapat mengidentifikasi kerentanan dan secara otomatis dapat menghapus malware.

Selain menggunakan aplikasi keamanan, administrator website WordPress disarankan untuk men-download plugin hanya dari sumber resmi WordPress. Dan sebelum dipasang ke website, sebaiknya scan file plugin dan tema agar dipastikan bebas dari malware.

 

Bagi kamu yang sedang mencari hosting, Jakartawebhosting.com menyediakan WordPress Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.