5 Plugin WordPress Untuk Menerima Bitcoin
Cryptocurrency telah menjadi perhatian banyak orang akhir-akhir ini, karena kenaikan nilai Bitcoin yang meroket. Dimana per hari ini saya menulis artikel ini, 1 BTC memiliki nilai sebesar Rp220 jutaan. (more…)
Tips Untuk Melindungi Admin Area WordPress
Seringkali serangan siber diawali dari admin area WordPress, jika website tersebut menggunakan CMS WordPress. Melindungi admin area WordPress dari akses yang tidak diijinkan dapat melindungi website WordPress kamu dari banyak ancaman keamanan. Pada artikel kali ini, saya akan membahas beberapa tips untuk melindungi admin area WordPress.
1. Menggunakan Website Application Firewall
Website application firewall atau WAF menawarkan pengawasan terhadap traffic website dan memblokir request yang mencurigakan yang datang ke website WordPress kamu.
Ada banyak plugin firewall untuk WordPress, tapi saya merekomendasikan untuk menggunakan Sucuri. Layanan keamanan dan pengawasan website ini menawarkan WAF berbasis cloud untuk melindungi website kamu. Plugin ini dapat mencegaj website kamu dari percobaan hacking, phishing, malware dan aktivitas berbahaya lainnya.
2. Password Protect Directories
Melindungi admin area WordPress dengan password merupakan bawaan default dari sistem WordPress. Namun ada fitur untuk menambahkan perlindungan dengan password untuk WordPress admin directory.
Untuk menggunakannya kamu harus memiliki akses ke dashboard cPanel dari penyedia hosting yang kamu gunakan. Login ke cPanel, lalu pilih ikon ‘Password Protect Directoies’ atau ‘Directory Privacy.’
Selanjutnya, kamu pilih folder wp-admin website WordPress kamu, yang biasanya ada di directory /public_html/.
Pada layar selanjutnya, kamu perlu memberi centang pada kotak di sebelah ‘Password protect this directory’ dan masukan nama yang diinginkan. Setelah itu klik tombol Save dibawahnya.
Langkah selanjutnya adalah membuat user, akan diminta untuk memasukan username dan password, setelah selesain klik tombol Save dibawahnya.
Siapa saja yang mencoba membuka halaman WordPress admin atau wp-admin, akan diminta memasukan username dan password. Untuk kamu, tinggal masukan username dan password yang tadi kamu buat, baru kemudian login ke admin area WordPress.
3. Selalu Gunakan Password Yang Kuat
Selalu gunakan password yang kuat untuk semua akun online kamu, termasuk akun untuk admin WordPress. Jangan gunakan password yang mudah ditebak, gunakan password dengan kombinasi dari huruf, angkat, dan karakter spesial, gunakan juga huruf kapital.
Atau jika bingung membuat password yang sulit, bisa memanfaatkan software password generator.
4. Gunakan Two Step Verification Untuk Login Admin Area WordPress
Two-step verification juga menambahkan lapisan keamanan untuk melindungi login admin area WordPress. Selain memasukan username dan password yang biasa, kamu juga akan diminta untuk memasukan kode verifikasi. Disini kita bisa menggunakan Google Authenticator.
Install plugin Google Authenticator, lalu pasang aplikasinya di smartphone Android atau iOS yang kamu miliki.
Meski hacker berhasil menebak username dan password kamu, tetapi tetap belum bisa masuk karena harus memasukan kode verifikasi lagi.
5. Batasi Percobaan Login
Bawaannya, sistem WordPress memungkinkan pengguna untuk mencoba memasukan username dan password sebanyak mungkin. Ini berarti setiap orang dapat terus mencoba menebak password kamu.
Untuk itu kamu perlu membatasi percobaan login. Bisa menggunakan plugin yang bernama Login LockDown. Lalu masuk ke admin area, dan masuk ke Settings-> Login LockDown untuk mengkonfigurasi plugin.
6. Limit Akses Login Untuk Alamat IP Tertentu
Jika website WordPress kamu hanya memiliki sedikit pengguna yang bisa login atau kamu saja yang bisa login. Lebih baik melindungkan admin area WordPress dengan membatasi dari alamat IP tertentu. Tentunya IP dari provider internet yang kamu gunakan dan penggunakan lainnya.
Cukup tambahkan kode dibawah ini ke file .htaccess:
AuthUserFile /dev/null AuthGroupFile /dev/null AuthName "WordPress Admin Access Control" AuthType Basic <LIMIT GET> order deny,allow deny from all # whitelist wahyudhi IP address allow from xx.xx.xx.xxx # whitelist wahyudha IP address allow from xx.xx.xx.xxx </LIMIT>
Ganti xx dengan alamat IP kamu dan pengguna lainnya, jika kamu menggunakan beberapa penyedia internet jangan lupa juga untuk memasukannya.
Kami harap artikel ini dapat membantu kamu untuk melindungi admin area WordPress kamu.
Bagi kamu yang sedang mencari hosting, Jakartawebhosting.com menyediakan WordPress Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.
Tips Mempercepat Website WordPress Dengan Caching
Caching merupakan salah satu faktor penting untuk mempercepat website WordPress. Caching menyimpan page dan post serta file statis secara sementara pada media penyimpanan tertentu, kemudian akan dikirimkan kepada pengunjung website, hal ini akan mengurangi proses di server dan mempercepat waktu loading website kamu.
Kamu dapat menggunakan caching untuk mempercepat website WordPress kamu dengan menggunakan plugin, mengimplementasikan browser caching, dan server-side caching.
1. Plugin Caching
Ada banyak plugin caching yang dapat kamu pilih untuk mempercepat website WordPress, beberapa plugin caching terbaik diantaranya:
– W3 Total Cache
– WP Super Cache
– WP Rocket.
2. Browser Caching – Menambahkan Expire Header ke WordPress
Kamu juga bisa menerapkan browser caching dengan menambahkan expire header. Expire header akan memberitahu browser untuk melakukan request untuk mengambil file tertentu dari server atau harus mengambilnya dari cache browser. Dengan menambahkannya, dapat mengurangi jumlah request HTTP yang dibutuhkan. Cara menambahkan expire header, dengan menambahkan kode dibawah ini kedalam file .htaccess:
<IfModule mod_expires.c> # Enable expirations ExpiresActive On # Default directive ExpiresDefault "access plus 1 month" # My favicon ExpiresByType image/x-icon "access plus 1 year" # Images ExpiresByType image/gif "access plus 1 month" ExpiresByType image/png "access plus 1 month" ExpiresByType image/jpg "access plus 1 month" ExpiresByType image/jpeg "access plus 1 month" # CSS ExpiresByType text/css "access plus 1 month" # Javascript ExpiresByType application/javascript "access plus 1 year" </IfModule>
3. Server Caching
Selain menggunakan plugin caching dan browser caching, kamu juga bisa mempercepat website WordPress dengan menggunakan server-side caching. Hal ini biasanya dilakukan pada website dengan traffic yang tinggi.
Untuk server caching bisa menggunakan Varnish cache.
4. Menghapus Query String Dari Static Resource
Menghapus query string dari static resource sangat bermanfaat, karena terkadang ada masalah caching jika menggunakan CDN atau proxy cache. Di WordPress ada beberapa cara untuk menghapus query string.
– Edit file function.php, dan tambahkan fungsi untuk menghapus query string:
function _remove_script_version( $src ){
$parts = explode( '?ver', $src );
return $parts[0];
}
add_filter( 'script_loader_src', '_remove_script_version', 15, 1 );
add_filter( 'style_loader_src', '_remove_script_version', 15, 1 );
– Jika menggunakan plugin W3 Total Cache, ada pilihan untuk menghindari membuat query string.
– Ada beberapa plugin WordPress gratis yang dapat menghapus query strings diantaranya “Query Strings Remover” dan “Remove Query Strings From Static Resources.”
Bagi kamu yang sedang mencari hosting, Jakartawebhosting.com menyediakan WordPress Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.


