Month: September 2015

Mematikan Fungsi Automatic Update

Mematikan Fungsi Automatic Update

Mematikan Fungsi Automatic Update

Mematikan Fungsi Automatic Update

CMS seperti WordPress memang diciptakan dengan tujuan agar para web developer yang tidak begitu memahami pengkodingan tetap bisa membuat web yang diinginkan. CMS WordPress memiliki banyak kemudahan bagi mereka yang ingin membangun sebuah web tanpa harus mengerti pemrograman terlebih dahulu.

Ini karena CMS WordPress lebih banyak penggunanya dan siapapun bisa ikut berpartisipasi mengembangkan CMS ini. Jadi, dengan begitu bisa dipastikan WordPress dapat memunculkan fungsi-fungsi baru melalui fitur plugin yang bersifat open source.

Oleh karena itu, CMS WordPress selalu melakukan update untuk memperbaiki kinerja yang ada pada WordPress dan mengikuti tren pembuatan web yang sedang booming di masanya. Namun, tidak semua pengguna website mau menerima update dari CMS ini, dikarenakan fungsi automatic update sudah dipasang. Mau tidak mau WordPress mereka akan terupdate dengan sendirinya.

WordPress merupakan salah satu CMS yang bersifat open source yang dibangun dengan menggunakan PHP dan MySQL. Sejak kehadiran WordPress 3.7, fungsi automatic update mulai ditanamkan oleh pihak WordPress dengan tujuan agar penggunanya tidak perlu repot-repot lagi mengupdate WordPress mereka. WordPress 3.7 merupakan puncak dari WordPress, karena pada update tersebut sistem keamanan WordPress sudah terbilang cukup baik. Oleh karenanya, pada saat WordPress 3.7 ini dirilis, pihak WordPress akan terus melakukan update untuk meningkatkan keamanan dari WordPress itu sendiri.

Namun yang mengecewakan adalah WordPress 4.2, di mana pada WordPress tersebut banyak fungsi yang berubah dan tampilannya cukup menganggu para penggunanya. Meski diakui bahwa perubahan fungsi tersebut memang membantu, namun sebagian pengguna ada yang tidak menerimanya. Oleh karena itu banyak yang mematikan fungsi automatic update tersebut dan melakukan update secara manual. Jika kalian ingin mematikan fungsi automatic update tersebut, kalian cukup memasukan script define (‘WP_AUTO_UPDATE_CORE’, false); di dalam file wp-config.php.

Demikian lah cara mematikan fungsi automatic update WordPress. Namun ada baiknya kalian mengikuti update WordPress tersebut karena WordPress kalian akan lebih aman.

Presented By jakartawebhosting.com

Jakarta Web Hosting Indonesia

Jakarta Web Hosting Indonesia

Otomatisasi Nofollow Link di WordPress

Otomatisasi Nofollow Link di WordPress

Otomatisasi Nofollow Link di WordPress

Otomatisasi Nofollow Link di WordPress

Menambahkan link eksternal atau yang biasa disebut backlink memang merupakan hal berharga bagi SEO. Baclink sendiri terkenal ampuh untuk mendapatkan trafik sebuah website, dan pembahasan tentang backlink pun sudah banyak dibicarakan di forum-forum yang terkait dengan SEO atau bisnis online.

Ada hal yang perlu diingat bahwa meletakan backlink harus di website yang berkualitas dan masih relavan dengan niche website kita sendiri. Banyak penggemar backlink yang melakukan pembuatan link eksternal secara dofollow, hal ini wajar saja dilakukan karena apabila link tersebut diklik maka akan menuju tautan atau halaman web yang disisipkan pada link tersebut. Namun pada kesempatan kali ini kami tidak akan membahas tentang link eksternal yang dilakukan secara dofollow, melainkan akan membahas tentang nofollow.

Pembahasan kali ini lebih berfokus untuk membuat link eksternal nofollow secara otomatis di WordPress. Sebelumnya, mari kita ketahui dulu pengertian dari nofollow link. Nofollow link dibuat dengan tujuan agar menciptakan link yang tidak akan diikuti oleh robot crawler. Biasanya, para SEO juga menggunakan nofollow link untuk mencegah praktek spam dan memperbaiki struktur website tersebut.

Dengan memberikan nofollow link, user lain akan menuju link yang kita berikan secara sukarela, jadi dengan kata lain pengunjung yang kita dapat adalah pengunjung asli yang tertarik oleh website kita. Namun sayangnya, praktek link building secara nofollow ini banyak ditinggalkan oleh para SEO. Hal ini dikarenakan nofollow link dianggap lebih lambat untuk mendapatkan jumlah trafik daripada hasil yang didapat dari dofollow link.
Sekarang saatnya membahas cara membuat link eksternal nofollow secara otomatis di WordPress. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.

  1. Download dan Install Plugin Eksternal Link WordPress.
  2. Aktifkan Plugin tersebut lalu masuk kepengaturan Plugin melalui Setting => Eksternal Links.
  3. Lakukan konfigurasi Plugin sesuai pilihan kalian. Centang konfigurasi yang kalian anggap perlu namun yang pasti jangan lupakan untuk mencetang Add Nofollow.

Dengan ketiga langkah tersebut kalian sudah bisa memberikan nofollow link secara otomastis, selamat mencoba!

Presented By Jakartawebhosting.com

Jakarta Web Hosting Indonesia

Jakarta Web Hosting Indonesia

 

Tutorial Menjadwalkan Postingan WordPress

Tutorial Menjadwalkan Postingan WordPress

Tutorial Menjadwalkan Postingan WordPress

Tutorial Menjadwalkan Postingan WordPress

Membuat artikel adalah salah satu keharusan apabila kita memiliki sebuah blog. Salah satu faktor sebuah blog akan terlihat aktif oleh mesin pencari adalah dengan rutin melakukan update atau posting artikel.

Karena berdasarkan para master SEO yang sudah lama berkecimpung di dunia SEO, blog yang secara rutin mengupdate artikelnya dapat menjaga posisi indeks blog tersebut agar naik ke posisi yang lebih tinggi dalam hasil pencarian.

Banyak blogger lama maupun blogger baru yang seringkali kesusahan mendapatkan ide untuk tulisannya. Jika teman-teman merupakan seorang blogger yang mempunyai masalah seperti itu, maka ada baiknya kalian menjadwalkan postingan kalian.

Kalian bisa membuat ide tulisan terlebih dahulu dan menyimpannya dalam draft, sehingga dengan begitu, jika keesokan harinya kalian tidak menemukan ide tulisan untuk artikel, kalian masih mempunyai ide cadangan. Demi menjaga posisi indeks, memposting satu artikel dalam satu hari sudah lebih dari cukup.

Dengan cara seperti itu, kalian bisa lebih fokus untuk memikirkan topik apa yang kiranya akan dijadikan artikel nantinya. Jika kalian menggunakan blog WordPress, kalian akan terbantu oleh fungsi yang diberikan WordPress, yaitu menjadwalkan artikel untuk dipublish secara bergantian.

Sistem penjadwalan ini disediakan dalam bentuk hari, bulan, tahun, jam dan menit. Jadi apabila kalian berhasil menghasilkan empat artikel dalam sehari, kalian bisa mempublish satu dari empat artikel tersebut dan tiga artikelnya bisa kalian save sebagai draft dan melakukan penjadwalan untuk waktu publishnya. Berikut langkah-langkah mensetting penjadwalan postingan pada blog WordPress.

  1. Save draft artikel yang tidak ingin kalian publish pada hari itu.
  2. Setelah itu, pilih Publish Immediately dan tentukan tanggal dan waktu untuk mempublish artikel tersebut, lalu klik OK dan Publish.

Dengan dua langkah tersebut, kalian bisa membuat blog WordPress terlihat rutin terupdate oleh mesin pencari dan dapat menjaga posisi indeks blog WordPress kalian. Mudah, bukan? Selamat mencoba!

Presented By Jakartawebhosting.com

Jakarta Web Hosting Indonesia

Jakarta Web Hosting Indonesia

Cara Menyembunyikan dan Menampilkan Widget WordPress

plugin untuk menyembunyikan widget

Plugin WordPress

Cara Menyembunyikan dan Menampilkan Widget WordPress

Tampilan tentunya menjadi hal utama—selain konten—dalam pembuatan website. Bagi pemula, penggunaan CMS dapat menjadi solusinya. Lewat CMS, kita akan dimudahkan dengan bantuan plugin, module, atau extension untuk membantu kita membangun website. Misalnya saja WordPress. WordPress sudah banyak dipakai orang untuk memmbuat dan mengembangkan website, yang menjadi keunggulan WordPress adalah kemudahan dari penggunaan toolsnya dan juga bantuan berupa plugin-plugin.

Pada artikel kali, kami akan membahas tentang manajemen widget pada WordPress, dimana kita bisa menampilkan widget yang berbeda-beda pada page atau halamannya. Bagi pengguna yang ingin mengubah isi sidebar dengan halaman yang berbeda dan menghindari membuat beberapa sidebars dan duplikasi widget, kalian dapat menggunakan plugin yang disebut Display Widgets untuk mengatur semuanya. Kalian juga bisa memanfaatkan plugin ini untuk menampilkan iklan banner yang berbeda-beda, baik di tampilan depan maupun di setiap artikel.

Yang harus dilakukan pertama kali untuk menggunakan plugin tersebut adalah dengan menginstall dan mengaktifkan Plugins Display Widget. Lalu ke menu Widgets dan lihat setiap widget yang kita pasang sekarang terdapat setting baru di bawahnya. Tampilan setting yang baru ini akan memberikan kita pilihan untuk mengatur agar widget tersebut ingin ditampilkan atau disembunyikan di setiap halaman yang sama ataupun berbeda, bisa juga menampilkan dan menyembunyikan widget saat user login saja.

Kemudian, centang pengaturan untuk menyembunyikan atau menampilkan. Terakhir, kita bisa memilih dimana saja kita ingin menampilkan atau menyembunyikan per halaman. Sebenarnya ada banyak pilihan kategori untuk penyetingan ini. Dengan kata lain, kita bisa menyesuaikan bagaimana tampilan widget tersebut bisa ditampilkan atau disembunyikan sesuai kebutuhan kita.

Kemudahan-kemudahan seperti ini yang menjadikan WordPress menjadi CMS pilihan banyak orang. Namun ada baiknya kita membuat dan mengembangkan website dengan menggunakan CMS lain. Hal ini bertujuan agar kita bisa merasakan sendiri kelebihan dari masing-masing CMS.

Presented By jakartawebhosting.com

Jakarta Web Hosting Indonesia

Jakarta Web Hosting Indonesia

 

Drupal vs WordPress, Siapa yang Lebih Unggul ?

Drupal vs WordPress, Siapa yang Lebih Unggul ?

Drupal vs WordPress, Siapa yang Lebih Unggul?

Drupal vs WordPress, Siapa yang Lebih Unggul?

Drupal vs WordPress, siapa yang lebih unggul? Drupal dan WordPress adalah dua CMS yang memiliki pengguna setia yang besar. Dibandingkan dalam jumlah pengguna, maka WordPress jauh lebih unggul daripada Drupal. WordPress mempunyai pengguna sepuluh kali lipat lebih banyak daripada Drupal. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah jumlah pengguna yang lebih banyak menjadikan WordPress sebagai CMS yang terbaik ? Untuk mengetahui CMS mana yang lebih unggul antara WordPress dan Drupal, mari kita lihat penjelasan sebagai berikut.

Pengguna

Kedua CMS ini memiliki pengguna yang termasuk dalam kategori vendor besar. Jika Drupal digunakan oleh vendor seperti Google dan White House, WordPress digunakan oleh vendor media seperti The New York Times dan CNN. Dalam perbandingan tersebut kita bisa melihat bahwa WordPress lebih cocok digunakan untuk membangun website kreatif dan Drupal lebih cocok digunakan untuk membuat website stabil dan lebih mengedepankan aplikasi yang berstandar tinggi.

Kemudahan Penggunaan

Siapa yang lebih unggul antara Drupal dan WordPress dalam hal kemudahan penggunaan? Salah satu faktor untuk menunjang kepopuleran CMS di mata penggunanya ialah kemudahan dalam menggunakan atau menjalankan CMS tersebut. Karena fungsi dari CMS adalah untuk memudahkan penggunanya dalam membuat website, maka CMS tersebut dituntut untuk memberikan cara dan fungsi yang mudah untuk membantu penggunanya membuat website yang mereka inginkan.

Berbicara tentang kemudahan penggunaan, WordPress lah yang lebih unggul dibanding Drupal. WordPress terbukti memiliki lebih banyak pengguna dibandingkan dengan Drupal. Selain itu, yang menjadikan WordPress sebagai juaranya adalah kerumitan pada bagian back end. Jika kalian merasa bahwan skill pembuatan website kalian masih belum expert, maka jangan pernah mencoba CMS Drupal, karena sistem back end Drupal sangat rumit dibanding WordPress.

Fleksibilitas

Yang lebih unggul dalam hal fleksibilitas adalah WordPress. Ini karena untuk membuat website yang mementingkan nilai estetika dan kemudahan dalam pengaturan tema, hanya dapat dilakukan oleh WordPress. Dengan didukung hampir 37.000 plugin dan berbagai themes gratis ataupun premium, WordPress lebih unggul dibanding Drupal.

Keamanan

Drupal atau WordPress kah yang lebih unggul dalam hal keamanan? Untuk kali ini, juaranya adalah Drupal. Drupal dapat benar-benar dipegang dan dikendalikan secara abosolut oleh pembuatnya, sehingga sistem plugin dan extension dibuat berdasarkan kehendak mereka.

Maka tidak heran jika vendor besar seperti Google, Yahoo, dan majalah The Economist memilih Drupal.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa WordPress memiliki hampir 37.000 plugin dan plugin-plugin ini tidak sepenuhnya dibuat oleh pembuat WordPress melainkan dibuat oleh developer-developer diluar WordPress, karena hal tersebut lah sistem keamanan WordPress lebih rentan, sebab tidak ada pengawasan untuk setiap pluginnya.

Kesimpulan

Tidak ada yang lebih unggul antara Drupal dan WordPress, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika kalian ingin membuat website yang menampilkan nilai keindahan dan fleksibilitas, maka WordPress lah pilihan yang tepat. Namun jika kalian ingin membuat website untuk tujuan penyimpanan data atau aplikasi yang berstandar tinggi, maka kalian bisa memilih Drupal.